1. Gambaran Umum Desa
Pakantan Lombang adalah salah satu desa di Kecamatan Pakantan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Indonesia.
2. Kecamatan Pakantan
Kecamatan Pakantan adalah sebuah Kecamatan yang terletak di hulu sungai Gadis (Batang Gadis), dilereng Gunung Kulabu diwilayah Kabupaten Mandailing Natal paling selatan, berjarak 12 km dari Muara Sipongi / jalan Raya Lintas Sumatera mengarah ke barat. Pakantan terdiri dari delapan desa (huta):
- Huta Dolok
- Huta Gambir
- Huta Lancat
- Huta Lombang
- Huta Padang
- Huta Toras
- Huta Julu
- Silogun
Wilayahnya yang strategis dengan hamparan persawahan yang membentang luas, diapit oleh dua buah sungai kecil: Sijorni dan Mompang, dibelah dua oleh sungai Pahantan dengan kesejukan airnya serta dikelilingi perbukitan bak dipagari / dibentengi Gunung Kulabu, terlihatlah serupa bentuk kuali (wajan) dan beriklim dingin karena ketinggiannya 1200 meter di atas permukaan laut. Pada tahun 2007 Pakantan ditetapkan sebagai salah satu kecamatan di kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara.
Kode pos untuk Kecamatan Pakantan adalah: 22998.
3. Letak Geografis
Pada zaman dahulu wilayah batas Mandailing Godang sampai Sayur Matinggi, Angkola Jae. Ke hilir Mandailing Julu sampai ke Limo Manis, tidak termasuk Muara Sipongi ke hulu dan juga tidak termasuk wilayah Pakantan. Karena dahulu Gouverment (pemerinta Belanda) sudah menetapkan satu kampung tempat Raja Panusunan seperti Mandailing Kecil ada empat, yaitu: Tamiang - Manambin - Singengu dan Tambangan.
Begitu juga dengan Pakantan yang dibagi menjadi: Pakantan Buhit (Pakantan Dolok) disebut juga Tamiang, dan Pakantan Lombang. Dalam keseharian (pada tempo dulu) apabila ada masyarakat Pakantan yang akan meninggalkan wilayah Pakantan dan ditanya: "mau pergi ke mana?" maka akan dijawab: "giot tu Mandailing" (pergi ke Mandailing). Hal itu disebabkan karena wilayah Pakantan dulunya bukan bagian dari wilayah Mandailing, dan masyarakatnya selalu mempertahankan identitas adat budayanya sebagai "halak Pakantan" (orang Pakantan) atau "urang Pakantan." Pakantan termasuk dalam wilayah adat wilayah Muarasipongi.
Pakantan berbatasan langsung dengan Rao di Pasaman. Itu sebab nya Pakantan juga menganut adat matrilineal, yang disebut Sumando Serikat, yaitu perempuan menjemput lelaki. Pakantan menganut prinsip pemerintahan Tigo Tungku Sejarangan, yaitu kepemimpinan bersama antara para Datuk (yang memimpin setiap suku/sako yang ada di Pakantan), para ulama dan Raja Panusunan Bulung. Pakantan terbagi dua kuria, yaitu Kuria Pakantan Dolok dan Kuria Pakantan Lombang.
Akibat campur tangan Belanda Pakantan terbagi dua, yaitu pada masa Raja Panusunan ke-4. Raja Panusunan Bulung terakhir dari Pakantan Dolok adalah Partomuan Lubis gelar Patuan Dolok III (1932-1946), yang merupakan raja ke-7 Tamiang atau raja ke-11 Pakantan, dan ada pula Raja Panusunan Bulung Pakantan Lombang, yaitu Mangaraja Dolok alias Raja Mangatas (1920-1946). Kini, Raja Panusunan Bulung Pakantan Dolok, yang berfungsi sebagai kepala adat sekarang terbagi dua, yaitu Patuan Dolok Lubis dan H. Chandra Lubis gelar Sutan Lembang. Kedua-dua nya dari Bagas Godang Tamiang.
Untuk Kuria Pakantan Lombang sebelum nya dipimpin oleh Raja Panusunan Bulung Aboe Bakar Lubis gelar Sutan Singasoro, dan sekarang dipimpin Ursan Lubis gelar Sutan Singasoro. Pakantan termasuk wilayah adat Mandailing Julu, yang terdiri atas kuria-kuria yang dipimpin keturunan Namora Pande Bosi.
Ada 7 Kuria di Mandailing Julu, yaitu :
- Kuria Tamiang
- Kuria Singengu
- Kuria Manambin
- Kuria Tambangan
- Kuria Pakantan Dolok
- Kuria Pakantan Lombang
- Kuria Sayur Maincat
